Amien Rais (kanan) dan Ustaz Sambo
Bogor (Suaraummat.id) – Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Prof Dr HM Amien Rais MA mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar berhati-hati dan tidak terlalu mendekat kepada Amerika Serikat, khususnya terkait keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BOP) untuk Palestina yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Amien Rais menilai Donald Trump sebagai sosok yang tidak memiliki moral dalam kepemimpinannya. Ia menyinggung rencana Trump sebelumnya yang ingin mengosongkan Jalur Gaza dengan merelokasi warga Palestina sebagai bukti sikap tidak manusiawi terhadap bangsa Palestina.
“Bagi saya, Donald Trump itu manusia tidak bermoral. Sebelumnya dia ingin mengosongkan Gaza dengan merelokasi rakyat Palestina, dan dia yang selama ini mendukung genosida di Gaza,” kata Amien saat berbincang di kediaman MS Kaban di Bogor, Selasa (27/1/2026).
Selain itu, Amien menuding Trump telah merusak demokrasi di negaranya sendiri dan tidak pernah menjadikan nilai moral sebagai dasar dalam setiap kebijakan politiknya.
“Dia merusak demokrasi Amerika. Dia amoral dan tidak pernah menggunakan kreativitas moral dalam melangkah sebagai presiden,” ujarnya.
Amien Rais juga mengkritik sikap ekspansionis Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump, termasuk wacana mencaplok wilayah lain seperti Greenland. Menurutnya, Indonesia harus menjaga jarak dari kepentingan politik Amerika Serikat. “Pokoknya stay away from him,” tegas Amien.
Ia secara khusus memperingatkan Presiden Prabowo agar tidak terlalu dekat dengan Donald Trump karena dinilai berpotensi merugikan Indonesia.
“Prabowo tidak usah dekat-dekat dengan Trump. Dia licik dan banyak bohongnya. Sayang sekali kalau sampai menjadi antek Amerika,” katanya.
Amien Rais menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace harus dikaji secara matang agar tidak menyeret Indonesia ke dalam agenda politik Amerika Serikat yang dinilainya sarat kepentingan dan berisiko merugikan Palestina dan posisi Indonesia di mata dunia internasional. [ ]
